Rabu, 05 Oktober 2016

Gunung Bumi Telong, Gunung Indah di Aceh

Wisata Gunung Bumi Telong. Bentang alam bumi Aceh masih menyimpan misteri untuk dijelajahi. Bagi Anda para petualang, cobalah mendaki ke puncak Gunung Burni Telong di Kab Bener Meriah di Aceh. Nikmati bunga edelweiss dan alam liar di sana.

Saya bersama sebelas teman mahasiswa lainnya dari 'Mafia Civil 08' Universitas Malikussaleh berjalan di kaki gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, berusaha menembus belantara menuju puncak gunung tersebut. Di antara hamparan pohon kopi di kaki gunung itu, nampak sejumlah warga dengan penutup kepala yang khas dan keranjang. Ya, mereka sedang memanen kopi. Melihat ini, jiwaku terasa damai. Apalagi dihiasi canda tawa gadis-gadis kecil di antara jejeran pohon kopi yang sedang berlarian membuatku mengenang masa kecil.
Gunung Bumi Telong

Informasi Gunung Bumi Telong


Tak lama kemudian sampailah di sebuah perbatasan yang disebut Pinto Rimba. Pinto Rimba ini menurut warga setempat merupakan pertanda batasan utama mulai memasuki belantara merapi Burni Telong. Kami yang tadinya sedang berjalan berjejeran seperti semut, berhenti dan berkumpul sejenak untuk berdo'a guna memohon keselamatan dari Allah dalam pendakian ini.

Berbagai suara hewan liar pun mulai mulai terdengar tatkala kami melangkah meninggalkan Pinto Rimba tadi. Pepohonan besar, semak-semak belukar terlihat terbungkus oleh kabut. Perasaan takut bercampur letih menghiasi tatapanku ke setiap sudut-sudut hutan merapi ini. Acap kali aku teringat akan suara-suara hewan liar tak ubahnya seperti di hutan Vietnam dalam film Rambo.

Gunung Bumi Telong aceh

Di shelter ini terlihat sepenggal tulisan yang diselipkan di salah satu pohon berisikan imbauan 'Jangan buang sampah sembarangan' yang dibuat mapala Universitas Malikussaleh. Aku bersama beberapa teman beristirahat sejenak. Sedangkan beberapa lainnya menemani Pak Wa menuju mata air yang tak jauh dari shelter ini.

Keindahan Gunung Bumi Telong


Tanjakan kian menantang, kawan-kawan memanfaatkan ranting kayu sebagai alat bantu mendaki. Kami melewati medan yang makin ekstrem. Batang-batang tumbuhan berduri menghadang kami. Ada pula hewan sejenis serangga, entah apa namanya. Mereka seperti  terganggu dengan kehadiran kami, dikarenakan sarangnya tepat di bawah jalan setapak yang kami lewati. Setiap pijakan kami menggetarkan sarangnya, mungkin itu yang membuat hewan-hewan itu terganggu.
Gunung Bumi Telong


Kami yang kurang paham dengan alam liar memilih untuk diam. Beberapa saat setelah itu hewan itu mulai tenang. Sebagian masih di luar, namun sebagian lagi masuk ke sarangnya. Kami melanjutkan lagi perjalanan. Di dua shelter berikutnya kami hanya beristirahat saja sejenak dan melanjutkan pendakian.

Rute Gunung Bumi Telong


Ketika sampai di Shelter keempat, hawa dingin kian menyengat. Hari sudah mulai sore, suara-suara hewan yang tak pernah saya dengar sebelumnya terasa semakin bising seperti menyambut kedatangan kami. Di shelter keempat ini, lahannya lebih lapang daripada shelter-shelter sebelumnya. Terlihat tempat ini memang kerap kali sudah disinggahi para traveller.

Terdapat bekas-bekas perkemahan dan beberapa jebakan ayam hutan di sekitarnya. Kami  memilih untuk beristirahat dan minum kopi. Memanaskan air dengan menggunakan bahan bakar seadanya, seperti kayu kering yang kami ambil di sekitar tempat itu. Kami juga mengumpulkan kayu kering untuk persediaan di puncak nanti.
Gunung Bumi Telong

Kami pun melanjutkan pendakian. Mulai menjejaki bebatuan merapi tanpa ada hutan hutan belantara lagi, yang ada hanya tumbuhan setinggi pinggang orang dewasa. Jarak pandang pun terasa lebih jauh dari sebelumnya. Kami terus melakukan pendakian. Kami sempat terpisah, namun tak berselang jauh disebabkan beberapa teman beristirahat sejenak karena capek.

Berwisata Gunung Bumi Telong


Sebelumnya, kami berharap bisa menikmati matahari terbenam tatkala sampai di puncak. Namun itu tak terkejar. Kami tiba di sebuah gua yang tak jauh lagi dari puncak Burni sesaat usai matahari terbenam. Diperkirakan kami menempuh lima jam pendakian mulai dari kaki gunung tadi.

Aku melihat di bagian luar gua yang tak dalam itu sudah dipenuhi berbagai macam coretan. Gua ini bukanlah seperti gua yang seperti kebanyakan gua lainnya. Gua ini hanya batu yang bersandar di atas bebatuan besar lainnya, sehingga memiliki sedikit celah di bawahnya, di celah itulah kami masuk. Kedalaman gua ini sekira delapan meter.

Kami mulai memasang tenda. Tak lama kemudian, hujan disertai angin kencang tiba. Kami kalang kabut bercampur panik. Betapa tidak, beberapa dari kami akan kehujanan mengingat kapasitas gua yang tak mampu menampung kami semua dan bekal-bekal kami juga. Aku pun memastikan api yang telah dihidupkan tadi tidak mati.
Gunung Bumi Telong


Namun, hujan hanya sebentar, kami kembali tenang dan memastikan perkemahan kami telah siap. Sesekali aku melihat ke bawah. Seakan saling kejar, satu per satu lampu menyala di Kota Bener Meriah bisa dinikmati dari atas gua ini. Betapa indahnya.

Keesokan harinya, sekira pukul 05.30 WIB, kami berangkat menuju puncak, sekitar 200 meter lagi. Harapan kami saat itu bisa menikmati matahari terbit dari ketinggian 2.600 mdpl. Kami meninggalkan semua barang-barang kami di gua itu.

Begitu mengesankan saat kami mencapai puncak. Kami merasa seperti berada di atas awan. Terdapat sebuah bendera Merah Putih tepat di tengah tengah puncak yang katanya ditancapkan oleh TNI AU dan beberapa bendera para pendaki sebelumnya yang sudah hancur karena dipengaruhi cuaca.

Hari kian terang, lampu-lampu di kota Bener Meriah pun mati satu persatu. Garis-garis jingga mulai nampak di sebelah timur pertanda sunrise akan muncul. Kami bercanda ria seadanya saja sambil berfoto bersama. Padahal aku mulai takut ketinggian dan angin yang lumayan kencang.

Apalagi sebelum kami berangkat mendaki gunung ini sudah diperingatkan oleh kawan-kawan yang sebelumnya pernah mendaki, "Hati-hati, gunung itu sudah pernah longsor beberapa waktu lalu akibat gempa".

Meski wisata ekstrem seperti ini menguras waktu dan tenaga yang banyak, tapi kami merasa puas oleh berbagi panorama alam dari ketinggian 2.600 mdpl. Sungguh mengesankan berada di atas awan. Sekitar satu jam lebih kami di puncak kami sepakat turun. Uniknya diantara beberapa dari kami ada yang takut ketinggian, hingga memilih untuk merayap ketika turun gunung ini.


Pantai Iboih, Keindahan Bawah Laut Yang Penuh Pesona

Nama Pantai Iboih tentu nggak asing lagi buat para pecinta jalan-jalan. Keindahan pantai yang berada di ujung utara Pulau Weh itu selalu menjadi destinasi wajib bagi para pelancong saat berlibur ke kota paling barat Indonesia, Sabang.
Pantai Iboih

Selain menikmati suasana yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan, kita juga bisa melihat langsung “akuarium raksasa” di bawah laut Iboih. Nggak ketinggalan, santapan lezat berupa hasil laut yang segar juga menjadi daya tarik.

Keindahan Pantai Iboih

Pantai Iboih

Buat temen-temen yang berencana mengunjungi Iboih dalam waktu dekat, saya punya lima tips singkat berisi lima cara terbaik untuk menikmati liburan di Pantai Iboih. Silakan disimak ya.

“Rasa syukur terucap saat mendapat kesempatan melihat keindahan karya Sang Pencipta di setiap sudut Sabang”
Pantai Iboih


Snorkeling adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati keindahan biota laut di Pantai Iboih. Tanpa harus menyelam ke dasar laut, kita bisa bercengkrama dengan ikan-ikan hias yang berenang dan bersembunyi di balik karang. Dengan ongkos sewa sebesar Rp 45 ribu, kita bisa menggunakan perlengkapan snorkeling lengkap seharian.

Menyelam Pulau Rubiah

Pantai Iboih

Kalau kurang puas snorkeling, kita juga bisa menyelam buat ngeliat keindahan Iboih dari kedalaman. Salah satu spot terbaik buat melihat dasar laut yang indah ada di Pulau Rubiah. Di sana banyak terumbu karang unik. Perlengkapan selam itu bisa disewa mulai dari Rp 400 ribu lengkap sama instruktur selamnya.

Dari sekian banyak penginapan yang tersedia di Pantai Iboih, Iboih Inn merupakan salah satu yang paling laris. Soalnya lokasi dan desain penginapan itu ideal banget. Mereka punya restoran mini yang berhadapan langsung dengan laut. Sambil memanjakan lidah, kita bisa ngeliat laut biru yang tenang dan beragam jenis ikan di dalamnya.

Seputar Pantai Iboih

Pantai Iboih

Pantai Iboih emang bukan spot yang baik untuk melihat matahari terbenam, tapi lokasi ini cocok buat nunggu terbitnya matahari. Mulai jam 06.00, matahari akan terbangun dari tidurnya. Sinarnya akan terpancar dari balik perbukitan dan memunculkan pemandangan langit bernuansa kekuningan berhias awan tipis yang indah. Cantik!

Berkunjung ke Sabang nggak lengkap kalau belum cobain sate gurita. Sate ini biasa disajikan dengan paduan bumbu kacang, bumbu kecap, atau bumbu padang. Kalau lagi berlibur di Iboih, mampirlah sebentar ke Pulau Rubiah. Kita bisa menikmati kuliner khas Sabang ini sambil memandang lautan biru yang menyegarkan mata.

Pulau Weh, Pualu Eksotis di Aceh

Pulau Weh merupakan salah satu tujuan wisata alam yang terkenal dengan keindahan taman lautnya. Di pulau ini terdapat satu kota kecil yang bernama Kota Sabang. Tentu Anda tidak asing lagi dengan kota ini, bukan? Kota Sabang berada di ujung paling barat wilayah negara Indonesia dan masuk ke dalam wilayah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Keindahan Pulau Weh

Keindahan Pulau Weh. Sabang Pulau Weh sebenarnya merupakan bagian dari Pulau Sumatera, namun pada zaman Pleistosen pulau-pulau ini terpisah oleh laut yang terjadi akibat meletusnya gunung berapi. Pulau Weh masih terlihat sangat alami dan menakjubkan. Bahkan keindahan taman laut di pulau ini bisa disejajarkan dengan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara. Maka tidak heran jika pemerintah menetapkan Pulau weh sebagai salah satu tujuan wisata nasional, terbukti dengan banyaknya turis asing maupun lokal yang melancong ke Sumatera untuk merasakan keindahan pemandangan alam taman lautnya.

Wisata Pulau Weh

Pulau Weh Aceh


Pantai di Pulau Weh, SabangDi kawasan TWA Laut Pulau Weh, Anda dapat melakukan berbagai macam aktivitas olahraga air seperti berselancar, berenang, memancing, menjelajah dengan perahu, snorkeling dan menyelam. Menikmati alam bawah air dengan spesies penghuni bawah laut Pulau Weh merupakan daya tarik utama di objek wisata ini. Keanekaragaman jenis ikan dan keindahan terumbu karangnya, baik terumbu karang yang keras maupun terumbu karang yang lunak dari berbagai jenis, bentuk dan warna, yang keseluruhannya membentuk gugusan karang yang indah untuk dinikmati oleh mata manusia. Beberapa terumbu karang yang ada yaitu Karang Lupas, Karang Rusa dan Karang Kerupuk.
Pulau Weh Aceh


Terumbu Karang Pulau WehGemar menyelam? Jika jawaban Anda adalah ya, maka tempat wisata yang satu ini sangat tepat untuk Anda. Beberapa lokasi terkenal di taman lautnya di Pulau Weh adalah Pantai Iboih, Pantai Gapang dan Pantai Rubiah. Di sini akan banyak kita temui berbagai macam jenis ikan karang seperti Parrot Fish, Tropet Fish, Dunsel Fish dan Angel Fish, karena Laut Pulau Weh memiliki potensi wisata alam laut yang cukup tinggi.

Di dalam kawasan TWA Pulau Weh, Anda juga dapat menemukan Tugu Nol Kilometer yang terletak di ujung Pulau Weh. Tidak hanya itu, Selain memiliki pemandangan alam yang menakjubkan, pengunjung pun akan dibuat terkagum-kagum dengan gua-gua alam yang digunakan untuk pertahanan tentara Jepang pada Perang Dunia II. Tidak jelas dari mana asal-usulnya, Pulau Weh juga disebut sebagai pulau legenda yang memiliki nama lain “Golden Island”.
Pulau Weh Aceh


Lokasi Pulau Weh 


Pulau Weh berada sekitar 32 km dari Banda Aceh, Ibukota Provinsi NAD, Indonesia. Secara administrasi TWA Laut Pulau Weh termasuk Kecamatan Sukakarya, Kotamadya Sabang, Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Akses Pulau Weh

Pulau Weh Aceh

Untuk berkunjung ke Pulau Weh ini Anda bisa menumpang kapal fery dari Kota Banda Aceh dan dapat ditempuh sekitar 2 jam. Bila Anda sudah tidak sabar ingin segera tiba di tempat tujuan, Anda bisa menumpang kapal cepat. Hanya, tarif yang harus Anda bayar menjadi lebih tinggi.

Tiket Pulau Weh

Pulau Weh Aceh


Untuk dapat menikmati “surga” Pulau Weh ini, Anda hanya perlu merogoh kantong kira-kira Rp. 300.000,- untuk menyelam dan sekitar Rp. 50.000,- untuk sekedar snorkelling di sana, harga yang sangat terjangkau untuk keindahan alam yang super mewah.

Fasilitas  Pulau Weh

Pulau Weh Aceh

Pulau Weh Aceh


Beberapa fasilitas dan akomodasi yang akan Anda temukan di sekitar Taman Wisata Alam Pulau Weh adalah pondok-pondok penginapan di sekitar Pantai Iboih yang dibangun oleh masyarakat, shelter, MCK, masjid, kios cendera mata dan hotel yang terdapat di Gapang. Selain itu terdapat juga berbagai fasilitas yang berada di Pulau Rubiah yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Dati I D.I. Aceh antara lain yaitu pusat kegiatan menyelam yang dilengkapi dengan fasilitasnya (perahu motor dan peralatan selam), mushola, shelter, MCK, rumah jaga, menara pengawas, jalan setapak, dan taman. Bahkan, Anda tidak perlu takut kehabisan baterai kamera atau ponsel demi mendokumentasikan masa-masa liburan Anda di tempat indah ini, sebab instalasi listrik sudah tersedia di sini.


Demikian Informasi Wisata Pulau Weh di Aceh. Selamat berlibur.

Pantan Terong, Wisata di Ketinggian Aceh

Wisata Pantan Terong. Pantan Terong merupakan salah satu obyek wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Pantai-pantai hingga seluruh kota Banda Aceh pun terlihat dari puncak bukit Pantan Terong Takengon. Pantan Terong berada di Kabupaten Aceh Tengah. Pantan Terong merupakan tempat di puncak bukit dataran tinggi Gayo.

Informasi Pantan Terong

Pantan Terong Aceh

Pantan Terong memiliki fasilitas yang cukup baik dimana wisatawan dapat memanjakan mata dengan pesona keindahan yang terhampar pemanatau gan pantai yang terlihat indah dari ketinggian.
Biaya masuk untuk menikmati pemanatau gan dari atas kota Banda Aceh ini, Pantan Terong memungut biaya yang cukup murah atau terjangkau sehingga wisatawan tidak perlu khawatir dengan biaya yang akan dikeluarkan. Pantan Terong juga terkenal dengan keindahan sunset atau sunrise yang bukan hanya bisa dinikmati di pantai saja.
Pantan Terong

Wisatawan juga bisa melakukan aktivitas yang memacu adrenalin, seperti paralayang (gantole). Anda dapat melihat seluruh pemanatau gan dengan melayang di atas atau au laut tawar, atau juga gunung-gunung atau bukit yang mengelilingi sekitar kota Aceh Tengah dengan menggunakan paralayang untuk menantang adrenalin.

Keindahan Pantan Terong

Pantan Terong

Pantan Terong juga memiliki fasilitas pendukung lainnya, seperti fasilitas ibadah, rumah panggung atau juga beberapa fasilitas tempat untuk duduk-duduk dengan secangkir minuman saat menemani wisatawan memanatau g Banda Aceh dari dataran tinggi.
Wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang beribukota Takengon ini memiliki luas wilayah sekitar 4.318,39 km yang sudah terbagi menjadi 14 districts. Kabupaten ini pun berbatasan dengan Kabupaten Bener Meriah atau juga Kabupaten Bireun di bagian utara, Kabupaten Gayo Lues di sebelah selatan, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Pidie atau Kabupaten Nagan Raya di sebelah barat serta Kabupaten Aceh Timur di sebelah Timur. Tepatnya dataran tinggi tempat wisata Pantan Terong berada di Kecamatan Bebesan, 7,5 km dari kota Takengon, Central Aceh District.
Pantan Terong

Akses Pantan Terong

Perjalanan untuk menuju tempat wisata alam di Aceh ini pun tidak sulit. Anda tidak perlu khawatir karena jalanan yang menuju tempat wisata pun terpelihara dengan baik. Namun sayangnya wisatawan hanya dapat mencapai puncak bukit dengan menggunakan kendaraan sendiri baik menggunakan mobil atau motor. Selain itu kondisi kendaraan yang digunakan sebaiknya di pastikan benar-benar pas untuk meatau yang cukup banyak terdapat tanjakan yang cukup terjal.
Pantan Terong

Di bagian atas Puncak Bukit anda dapat memanjakan mata anda dengan pemanatau gan yang sangat indah atau menarik untuk dikunjungi oleh seluruh keluarga atau bersama teman-teman. Bagi anda yang sangat gemar dengan photografi dengan latar pemanatau gan alam, tentunya tempat ini sangat cocok untuk melakukan pemotretan. Pemanatau gan laut, kota atau juga bukit-bukit yang terhampar di depan mata bisa dijadikan obyek yang menarik untuk wisatawan.
Pantan Terong

Demikian Informasi Mengenai Pantan Terong di Aceh. Selamat berwisata

Selasa, 04 Oktober 2016

5 Tempat Wisata Aceh Besar Terbaik

 Pantai Lhoknga

 Pantai Lhoknga

Pantai Lhoknga yang berada di Tanah Aceh, jaraknya hanya 20 km dari Kota Banda Aceh tepatnya dikawasan PT. Semen Andalas Indonesia. Sebelum stunami menghantam Aceh taon 2004 lalu, kawasan pantai ini cukup memberikan nuansa wisata pantai yang alami. 

Banyak pohon-pohon rindang terutama pohon kelapa yang tumbuh berjejer dan rimbun memberikan kesejukan, juga pohon cemara atau aron. 


Pantai pasir putih dengan sedikit bebatuan yang memantulkan warna biru laut seolah-olah sebuah aquarium karena menampakkan ikan-ikan yang berwarna-warni. Deretan penjaja makanan dan minuman dibawah pohon serta gunung yang hijau bersebelahan dengan laut, cukup melengkapi sebagi obyek wisata pantai yang alami. Banyak wisatawan baik lokal maupun manca negara setiap harinya mengunjungi atau sebagian orang singgah untuk istirahat sebentar untuk melanjutkan perjalanan ke pantai barat-selatan.


Pantai Lampu’uk

Pantai Lampu’uk

Pantai Lampu`uk mempunyai pantai dengan pasir putih yang sangat indah, sehingga tempat ini sangat cocok sebagai area rekreasi baik untuk berenang, berjemur, memancing, berselancar atau pun sekedar menikmati suasana pantai yang indah. 

Sebelum terjadi tsunami, daerah ini merupakan perkampungan tradisional bagi masyarakat Aceh Besar dengan penduduknya yang bekerja sebagai nelayan, petani cegkeh, pegawai pabrik Semen PT SAI dan lain-lain. Di kawasan ini juga terdapat Padang Golf Seulawah dengan latar belakang panorama laut. Di sore hari pantai ini terasa lebih indah dan penuh pesona. 

Baca Juga : Wisata Aceh Singkil
Pengunjung dapat menyaksikan indahnya matahari terbenam, sehingga memberikan suatu kenikmatan tidak terlupakan. Disekitar pantai juga banyak tempat makan dengan penjaja ikan yang siap dipanggang dan bisa langsung dinikmati pengunjung.Saat tsunami melanda Aceh, kawasan ini termasuk kawasan yang sangat parah kondisinya. 


Karena daerah ini terletak di bibir pantai dan di ujung pulau Sumatera, maka kerusakan akibat tsunami sangat fatal. Cukup banyak penduduk di daerah ini menjadi korban. Namun kini tempat ini telah dikelola kembali oleh pemerintah sehingga pengunjung dapat kembali menikmati keindahan pantai ini walaupun di pantai ini ada zona terlarang untuk berenang karena pusaran ombaknya yang terlalu berbahaya. Kawasan ini juga telah ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai monumen tragedi tsunami.


Pantai Ujong Batee

Pantai Ujong Batee

Pantai Ujong Batee terletak di Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, jaraknya menuju lokasi sekitar 17 ( tujuh belas ) kilometer dari kota banda aceh menuju Pelabuhan Malahayati. 


Dan di sebelah kanan dari posisi pantai ujong batee hanya ada pulau weh di laut bebas persis di pintu masuk Selat Malaka. Sementara sebelah kirinya Pulau Aceh di samudera Hindia. Pantai ujong Batee rusak gara gara tsunami.


Pantai Lhok Me

Pantai Lhok Me

Pantai Lhok Me berada di Desa Lamreh, Dusun Lhok Mee, Jalan menuju Krueng Raya, sekitar 30 Km dari Kota Banda Aceh. Untuk mencapai tempat ini bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. 


Pantai Lhok Mee merupakan pantai berpasir putih yg indah dan menjadi salah satu tempat rekreasi bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. 


Disepanjang pinggir pantai terdapat warung yg menjual makanan dan minuman bagi para pengunjung. Tidak jauh dari kawasan pantai terdapat perumahan penduduk setempat.


Air Terjun Suhom

Air Terjun Suhom


Air terjun Suhom ini berada di tengah panorama alam yang indah dan alami. Di sekitarnya terdapat banyak pohon durian, pada musim durian banyak yang berjualan durian di sekitar air terjun. di sekitar air terjun juga terdapat lokasi yang dapat digunakan untuk berkemah (camping).

Air terjun yang deras ini menjadi sumber energi listrik bagi masyarakat di sekitar Desa Kreung Kala. Sebuah pembangkit listrik tenaga mikrohidro kini telah dibangun di dekat air terjun dan dioperasikan untuk mengaliri listrik kepada penduduk Desa Kreung Kala. 


Dari Banda Aceh menuju ke lokasi air terjun, terhampar pemandangan pantai yang menakjubkan dengan keindahan yang luar biasa, deburan ombak dan pasir putih terlihat dekat di sepanjang jalan, dan tampak pula barisan pegunungan yang tinggi dan indah. Lokasi wisata alam Air Terjun Suhom, ramai dikunjungi pada hari libur , di tempat ini terdapat pemandu wisata yang berasal dari warga lokal.


Baca Juga : Wisata Aceh Lainnya

Wisata Rawa Singkil, Wisata Alam Aceh yang Sudah Hampir Rusak

Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang berada di Kabupaten Aceh Selatan, merupakan salah satu kawasan rawa gambut terbesar di Provinsi Aceh. Hutan rawa yang luasnya mencapai 102.500 hektar tersebut, selain tempat hidupnya berbagai jenis flora dan fauna, juga merupakan harapan nyata belasan ribu masyarakat yang tinggal di sekelilingnya.

Informasi Rawa Singkil

suaka margasatwa rawa singkil

Petani, pencari madu, pencari rotan, dan nelayan ikan air tawar merupakan masyarakat yang sangat menggantungkan hidup dari hutan rawa gambut yang masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) itu. Dari aspek hidrologis, Rawa Singkil memiliki fungsi penting sebagai bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Alas yang menunjang kehidupan masyarakat lokal dalam hal ketersediaan air, irigasi, pertanian dan sumber protein.
Faisal, warga Kemukiman Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (16/1/2016) menyebutkan, sekitar 900 warga Kemukiman Buloh Seuma yang terdapat di tiga desa, Kuta Padang, Desa Raket, dan Gampong Teungoh, menggantungkan hidup dari Rawa Singkil.
“Disini, warga selain bermata pencaharian sebagai nelayan, juga menggantungkan hidup dari rawa dengan menangkap ikan air tawar seperti lele dan gabus. Kami sangat menjaga rawa ini karena menopang kehidupan kami.”
wisata aceh singkil

Menurut Faisal, masyarakat sangat mematuhi hukum adat. Selain tidak boleh menebang pohon dan berburu sembarangan, masyarakat juga tidak bisa membuka kebun sesuka hati. Bahkan, alat untuk menangkap ikan seperti bubu juga tidak boleh terlalu rapat. “Hal tersebut diatur agar benih ikan tidak ikut tertangkap. Bahkan, di sini juga dilarang menebang kayu tertentu yang menjadi tempat ikan berkembang biak.”
Jika ada masyarakat yang melanggar, akan dikenakan denda adat. Salah satunya, harus memotong seekor kambing dan melaksanakan kenduri serta meminta maaf kepada khalayak. “Ini sangat memalukan, sehingga tidak ada masyarakat yang berani melanggar,” sambung Faisal.
wisata aceh rusak

Mansur, warga Singkil, Kabupaten Aceh Singkil mengatakan, dirinya bersama sebagian besar masyarakat berharap semua pihak menjaga hutan gambut ini tidak rusak. Selain untuk menghidupi masyarakat, rawa gambut ini juga berperan sebagai daerah tangkapan air. “Perannya sangat besar, tempat cadangan air alami yang dapat menyerap dan menyimpan kelebihan air dari daerah sekitarnya, dan mengurangi risiko banjir.”
Arianto, Kepala Desa Teluk Rumbia, Kecamatang Singkil juga mengatakan hal yang sama. “Di Teluk Rumbia, masyarakat umumnya bekerja sebagai penangkap ikan air tawar. Jika kawasan Suaka Margasatwa rusak pastinya akan menyengsarakan kami,” sebutnya.

 Informasi Penting Rawa Singkil

alam aceh singkil

Rawa Singkil ditunjuk sebagai Kawasan Pelesatarian Alam berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 166/Kpts-II/1998 tentang perubahan fungsi dan penunjukkan kawasan Hutan Rawa Singkil yang terletak di Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh seluas 102.500 hektar menjadi kawasan Suaka Alam dengan nama Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Selain itu, Rawa Singkil juga merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser berdasarkan Keppres No. 33 Tahun 1998.

Divisi Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, M. Nasir mengatakan, keberadaan Rawa Singkil atau Suaka Margasatwa Rawa Singkil sangat penting untuk masyarakat, karena ribuan masyarakat menggantungkan hidup dari rawa gambut tersebut. “Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit yang berdekatan atau masuk dalam kawasan Rawa Singkil harus dihentikan.”

Nasir mengatakan, saat ini, di pinggiran Rawa Singkil telah rusak karena pembukaan perkebunan sawit, baik itu milik perusahaan maupun perorangan. “Jika HGU tidak dibatasi, dan HGU yang masuk Rawa Singkil tidak dicabut, tidak lama lagi, Rawa Singkil akan bernasib sama dengan Hutan Gambut Rawa Tripa yang rusak parah.”
pohon rawa singkil


Nasir juga menambahkan, sebagian besar kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang rusak parah berada di Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Sejak pembangunan jalan tembus Kota Trumon menuju Kemukiman Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, pada 2013, banyak hutan yang telah berubah fungsi menjadi perkebunan sawit. “Pemerintah tidak boleh membiarkan hutan gambut ini rusak, terlebih kegiatan pembalakan liar masih juga terjadi di sini.”

Senada, Munir, warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Trumon, mengatakan sebagian besar perkebunan sawit yang dibuka di hutan gambut itu bukan milik warga lokal, melainkan orang luar. “Saat ini, banyak lahan yang dibuka. Perkebunan itu, umumnya milik pejabat,” paparnya.


Tour of Aceh Singkil, Tour Full of Charm in Aceh

Aceh Singkil has a wealth of sights of the sea and swamp forests are invaluable. Biological diversity not only at, but also meanders beneath fish or sea, orangutan, Sumatran tiger, honey bear, wau-wau white hands, and other rare wildlife. When going first time to the northernmost province of Aceh that was enclosed in the 10 counties. I almost could not believe it, look at the beautiful natural panorama of sanga. Starting from the hills, the sea, to the forest of rawanya. None of which is allowed to pass from the gaze of my admiration.